BeritaUsai Pimpin Apel Siaga Bencana, Walikota Fasha Turun Lapangan

Usai Pimpin Apel Siaga Bencana, Walikota Fasha Turun Lapangan

Usai Pimpin Apel Siaga Bencana, Walikota Fasha Turun LapanganJAMBI - Walikota Jambi H. Syarif Fasha bergerak cepat. Meski tanpa petunjuk dan instruksi yang lazimnya dilakukan dalam setiap penanganan bencana, tak membuat Walikota Fasha lamban mengambil keputusan.

Setelah mendapat laporan ketinggian debit sungai Batanghari di angka 13,50 masuk status siaga 4, dan laporan mulai terjadinya banjir dibeberapa wilayah Kota Jambi, ia pun memerintahkan kepala BPBD dan Damkar Kota Jambi untuk mengelar apel siaga.

Apel siaga bencana yang di gelar Senin pagi (28/11) diikuti unsur pimpinan dan anggota DPRD Kota Jambi, Dandim 0415/Batanghari, Kapolresta Jambi, Detasemen Polisi Militer II/2 Jambi, personil BPBD, SAR, Tagana, anggota TNI/Polri, termasuk Camat dan Lurah se-Kota Jambi.

Apel yang diawali dengan pemeriksaan barisan dan penyematan tanda siaga bencana itu dilanjutkan dengan mendengarkan arahan siaga bencana dari Walikota Jambi.

Walikota Syarif Fasha mengatakan bahwa pemerintah harus hadir ditengah-tengah masyarakat disaat masyarakat membutuhkan bantuan. Fasha juga mengatakan apel tersebut bertujuan untuk memaksimalkan kinerja pihak-pihak yang berwenang dalam penaggulangan bencana serta juga diharapkan dapat membuat seluruh personil cepat tanggap, tangkas, tangguh, tepat dan efisien dalam membantu korban bencana.

Ia juga mengatakan terjadinya suatu bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun menjadi tanggung jawab bersama. Bukan semata-mata menjadi tanggungjawab BPBD saja namun menjadi tanggungjawab bersama termasuk didalamnya sektor swasta.

"Bagaimanapun untuk kepentingan masyarakat banyak harus kita lakukan bersama-sama, meskipun kita berasal dari instansi yang berbeda. Instansi itu hanyalah sebuah nama saja sebagai indentitas tetapi tujuan kita semua adalah satu bagaimana penanganan banjir bisa kita lakukan semaksimal mungkin," harap Fasha

Fasha juga menegaskan kepada Camat dan Lurah untuk memantau perkembangan wilayahnya. "Saya instruksikan kepada camat dan lurah agar membuat himbauan kepada masyarakat untuk membersihkan lungkungan, saluraan-saluran air, serta jangan membuang sampah sembarangan," tegas Fasha.

Pemerintah Kota Jambi telah mempersiapkan langkah-langkah menghadapi bencana banjir sesuai dengan protap penanganan bencana termasuk kebutuhan logistik yang sudah disiapkan.

Walikota juga telah mengeluarkan instruksi sehubungan dengan kesiapsiagaan datangnya musim penghujan yang disertai angin kencang itu. Pemkot menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terutama menghadapi terjadinya banjir dan angin puting beliung khususnya yang berada disepanjang bantaran sungai, parit-parit primer dan sekunder, maupun kawasan rawan banjir lainnya.

Masyarakat juga diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat mengganggu aliran air parit ataupun drainase. Juga dihimbau untuk menyimpan dokumen-dokumen penting dalam tas, map, folder atau ditempat yang lebih tinggi agar lebih aman jika terjadi banjir dan angin puting beliung.

Pemkot juga mengingatkan jika terjadi banjir atau puting beliung, agar segera mematikan aliran listrik untuk menghindari88 terjadinya sengatan listrik. Selain itu jika harus dilakukan evakuasi, masyarakat diminta melakukan koordinasi dengan Ketua RT, Lurah, Camat, termasuk instansi terkait lainnya seperti SAR, Tagana, TNI dan Polri.

Dalam rangkaian Apel Siaga Bencana tersebut Walikota Fasha juga memakaikan secara simbolis rompi tangguh bencana kepada sejumlah Relawan Tangguh Bencana yang telah dibentuk di beberapa kecamatan di Kota Jambi. Ditempat yang sama, Walikota juga berkesempatan menyerahkan bantuan untuk korban bencana seperti bencana kebakaran serta bencana lainnya.

Usai memimpin apel siaga bencana, Walikota Syarif Fasha bersama Dandim 0415/ Batanghari Letkol Arm Widodo Noercahyo, Kapolresta Jambi Kombes Pol Bernard Sibarani, Kepala BPBD dan Damkar Ridwan, Kadis Sosnaker Kaspul serta personil BPBD dan Dannae melakukan peninjaun di lokasi banjir yang diawali dengan menyusuri bantaran sungai Batanghari dan kawasan Legok serta Pulau Pandan.

SUMBER: BAG. HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KOTA JAMBI.